Truk Muatan 3500 Liter Arak Bali Ditangkap Satsabhara

Tribratanewsjatim.com – Sebanyak 3,5 ton arak Bali diamankan Satuan Sabhara Polres Banyuwangi, Minuman keras berkadar alkohol 90 persen tersebut diangkut menggunakan sebuah truk dengan nomer polisi DK 9341 QQ dan dikemas menggunakan 100 jerigen bervolume 35 liter.(01/11/2016).

Penangkapan digelar aparat di tengah jalan Dusun Gelomiras-bwindong, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, sekitar pukul 04.50 WIB. Minuman memabukkan  itu hendak dipasok ke seorang pengepul yang tinggal di Desa Watukebo. Proses penangkapan berlangsung disaat sopir truk, I Ketut Wenten (39), asal Banjar Dinas Bantas, Desa Batu Ringgit, Kecamatan Kubu, Karangasem tak tahu arah jalan.

Pengungkapan distribusi arak dari kawasan Bali Timur menuju Banyuwangi berhasil dijalankan Satsabhara Polres Banyuwangi berkat kerjasama yang apik dengan pemasok informasi jaringan Bali. Kasatsabhara AKP Basori Alwi menjelaskan, anggotanya langsung melakukan upaya penghadangan terhadap truk yang dicurigai ketika memasuki wilayah Banyuwangi.

“Kabar kita terima saat truk sudah melintasi kawasan Kota Banyuwangi. Pengejaran membuahkan hasil setelah melihat truk tersebut melintas di jalan Dusun Gelondong, Desa Watukebo,” paparnya.Miras berjumlah 3.500 liter itu, menurut AKP Basori Alwi, masuk kategori kualitas satu. Perjerigen arak hasil produksi rumahan ini dibandrol harga Rp 800 ribu. Total omset penjualan arak yang diamankan petugas senilai Rp 80 juta.miras-bwi-2

“Sopir diupah 2,5 juta. Berdasarkan pengakuannya dia baru kali ini mengirim miras ke wilayah Desa Watukebo sehingga kebingungan arah,” tambahnya.Sebenarnya I Ketut Wenten sudah dipandu penunjuk jalan bernama Edi. Keduanya kemudian hilang kontak setelah truk bermuatan miras itu dihadang aparat. Padahal sebelumnya sempat membuat kesepakatan untuk bertemu di wilayah Kota Banyuwangi.

“Edi sempat kita cari tapi berhasil lolos karena memandu dari jauh. Sopir truk asal Bali itu juga belum pernah bertatap muka,” ungkapnya lagi.Bagi AKP Basori Alwi pasokan miras dari Bali menuju kawasan timur Rogojampi tidak mengherankan. Pasalnya di wilayah ini banyak warga keturunan Pulau Dewata yang tinggal di wilayah Desa Patoman dan Desa Watukebo.ujar akp Basori (Eko/endah hms Bwi)