Polres Banyuwangi Gelar Sunatan Massal

Tribratanewsjatim.com: Suara jeritan anak-anak terdengar keras di Lantai II Gedung Dhira Brata Mapolres Banyuwangi, Sabtu (24/9/2016) pagi. Jeritan itu disusul suara tangis yang meledak seperti didera rasa takut. Sejumlah anggota polisi yang mendengar sontak kaget, tapi sebentar kemudian mengulum senyum.

24-sunat-bwiTegang serta panik terlihat dialami sejumlah peserta sunatan massal. Setidaknya 33 anak mengikuti sunah rosul yang digagas Satuan Polisi Lalulintas Polres Banyuwangi. Acara sosial ini digelar dalam rangkaian HUT Polantas ke-61 yang jatuh setiap 22 September.

Tidak semua peserta mengalami ketegangan sehingga histeris ketika petugas medis dari RSNU Lestari Genteng menjalankan perannya untuk menyunat. Salah satunya  adalah Galang Permana (9). Siswa kelas 3 SD yang tinggal di Dusun Lalangan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah ini terlihat tegar. Jika rekan sebayanya menangis histeris lantaran ketakutan, dia justru terlihat tenang.

Sambil menenteng bagian depan kain sarung warna hijau lumut yang dikenakan, Galang terus melangkahkan kakinya menyusuri ruangan Dhira Brata. Pelajar SD ini duduk sebentar untuk membentulkan posisi sarungnya agar tidak melorot serta menggesek alat kelamin yang baru saja disunat. Setelah itu dia bergegas keluar ruangan untuk menuruni anak tangga.

Sebetulnya bukan rasa sakit yang membuat tangis para peserta sunatan massal. Rasa tegang bercampur takutlah yang menyebabkan mereka berteriak dan menangis. Begitu penjelasan Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Samirin. Setelah proses penyunatan rampung rona muka peserta yang tegang itu ceria kembali.

“Namanya juga anak-anak, wajarlah begitu. Kan dulu kami juga sama. Malah dulu lebih tegang kalau sunat lewat calak. Sekarang perkembangan medis kian maju. Habis disunat bisa langsung pakai celana, lalu jalan-jalan,” celetuknya sembari tersenyum.

Selain biaya sunat gratis, semua peserta mendapat bingkisan kain sarung, baju koko, kopyah, tas serta sejumlah uang. Para peserta diikuti oleh anak-anak di seluruh Banyuwangi. Masing-masing polsek mengirimkan satu orang perwakilan peserta untuk disunat. Khusus kepada para peserta didoakan oleh AKP Samirin agar kelak bisa menjadi polisi.

“Seluruh peserta hadir diantar orang tua dan anggota polisi. Rata-rata yang ikut kegiatan ini adalah anak-anak yang punya keinginan kuat untuk menjalankan sunah rosul,” kata Kasat Lantas.

Ulah menggelikan peserta sunatan massal saat di ranjang medis juga disaksikan Waka Polres Banyuwangi, Kompol Muhammad Yusuf Usman SIK. Orang nomer dua di jajaran Kepolisian Resort Banyuwangi itu tak dapat menyembunyikan senyumnya saat melihat anak-anak yang tegang sewaktu disunat. (mbah)