Polisi Banyuwangi Bekuk Komplotan Curanmor

Tribratanewsjatim.com: Wiwin Irawati (46), mendatangi Mapolres Banyuwangi, Minggu (18/9/2016) pagi. Berbekal informasi dari sebuah radio, wanita asal Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono ini bermaksud mencari sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna merah miliknya yang hilang digasak pelaku pencurian kendaraan bermotor pada 2012 silam.

18 ranmor bwi 1Secara kebetulan kedatangannya bertepatan dengan kegiatan jumpa pers pengungkapan kasus curanmor. Kepada Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK, korban curanmor ini menunjukkan BPKB kendaraannya yang hilang.

Mantan Kapolres Sampang itupun langsung memeriksa nomer rangka dan nomer mesin salah satu dari 18 unit sepeda motor yang menjadi bukti ungkap kasus curanmor yang baru saja dibeber kepada awak media.

Dibantu anggota Satreskrim Polres Banyuwangi, perwira dengan dua melati di pundak tersebut mengamati secara seksama BPKB dan kendaraan yang diperiksa. Sayang, nasib Wiwin pagi itu belum beruntung. Sepeda motor yang dicari ternyata tidak masuk dalam deretan belasan barang bukti motor hasil curanmor yang baru saja dirilis kepada jurnalis.

“Mohon maaf ya Bu, Anda belum beruntung. Mungkin lain kali bisa kemari lagi kalau ada pengungkapan curanmor,” jelas Kapolres kepada Wiwin.

Pasca penangkapan MA (48), warga Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, pihak kepolisian memang mempersilahkan warga yang merasa kehilangan kendaraan roda dua untuk mendatangi Mapolres Banyuwangi guna menelusuri kendaraannya. MA merupakan petugas kebersihan di Kapal Motor Penumpang (KMP) Tri Sakti yang melayani trip Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk.

“Terakhir dia beraksi pada 19 Juli 2016 sekitar pukul 02.00 WIB sepulang dari bekerja. Lokasi pencurian di area parkir Pelabuhan LCM Ketapang. Aksi ini berhasil kita endus dan menguak aksi tersangka di 26 lokasi kejadian selama kurun waktu dua tahun, mulai 2014-2016,” tambah AKBP Budi Mulyanto didampingi Kasatreskrim Dewa Putu Primayogantara Parsana dan Kasubaghumas AKP Bakin.

Dari sejumlah TKP itu berhasil diamankan 17 unit sepeda motor berbagai merek. Beberapa diantaranya telah dijual oleh pelaku dalam bentuk suku cadang. Dari belasan unit sepeda motor yang disita tersebut juga menggunakan nomer polisi palsu.

“TKP dominan di Pelabuhan Ketapang dan kawasan Kecamatan Kalipuro. Terkait aksi yang terakhir motor yang dicuri dijual kepada penadah berinisial MI (34), warga Dusun Wadung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore seharga 1,3 juta rupiah,” sambungnya.

MI telah diringkus aparat bersamaan dengan penangkapan MA. Selain MI, polisi juga mengamankan penadah lain berinisial FH (30), juga warga Glenmore. Ketiganya kini menjalani penahanan yang sama di Mapolres Banyuwangi.

“Mereka termasuk sindikat. Modus operandinya termasuk lama kurang lebih dua tahun. Ruang gerak MA berjalan leluasa karena ditopang pekerjaannya selaku petugas kebersihan KMP Tri Sakti,” tegas Kapolres lagi.

Ketika beraksi, MA tidak menggunakan kunci T. Curanmor itu dijalani dengan berbekal kunci palsu yang telah disiapkan dari rumah. Pengungkapan sindikat curanmor MA Cs ini merupakan yang terbesar di Jawa Timur karena satu pelaku beraksi di 26 TKP dengan jumlah barang bukti yang ditemukan berjumlah belasan unit. (mbah)