Marwah Daud Akan Diperiksa, Satu Lagi Korban “Dimas Kanjeng” Lapor ke Polda Jawa Timur

Tribratanewsjatim.com: Korban penipuan  Taat Pribadi, pengasuh Padepokan “Dimas Kanjeng” Selasa (11/10/2016) datangi SPKT Polda Jawa Timur sembari membawa beberapa barang bukti, diantaranya bukti transfer Rp 200 juta di salah satu Bank Swasta.

11-lpor-korban-dimas-kanjengWanita berjilbab ini langsung diterima anggota SPKT dan dibuat laporan. Korban bernama Yuli Susilowati (53) warga Nganjuk, Jawa Timur.  Korban wanitayang satu ini mengaku tak kenal dengan Taat Pribadi.

Sementara  penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bakal memeriksa Marwah Daud, Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, pekan depan. Marwah akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penipuan dengan tersangka Taat Pribadi Dimas Kanjeng.

“Senin pekan depan, Marwah Daud Ibrahim akan dipanggil penyidik,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, RP Argo Yuwono, (11/10/2016).

Kapasitas Marwah diperiksa  hanya sebagai saksi. Doktor lulusan American University, Washington DC ini akan dimintai keterangan karena namanya tertera di struktur organisasi Padepokan “Dimas Kanjeng” sebagai Ketua Yayasan.

Selain Marwah, beberapa saksi lain diantaranya suami Marwah yang berperan sebagai Sultan di Padepokan Dimas Kanjeng juga akan diperiksa.

Sementara itu, pemeriksaan Dodi Wahyudi, orang yang disebut sebagai kepercayaan Dimas Kanjeng dan dititipi uang pengikut Padepokan sekitar satu triliun rupiah, tidak memenuhi panggilan penyidik. Lalu penyidik melayangkan panggilan ke dua ke alamat rumah Dodi di Pasuruan, Jawa Timur.

Seperti diketahui, Taat Pribadi Dimas Kanjeng dan Padepokannya digerebek sekaligus ditangkap oleh aparat keamanan gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, (22/10/2016) lalu.

Taat Pribadi diduga keras sebagai aktor intelektua (otak) pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dimas juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban mencapai triliunan rupiah. (mbah)