Komentar Ketua Yayasan Padepokan ”Dimas Kanjeng”

 

Tribratanewsjatim.com: Ketua Yayasan Padepokan “Dimas Kanjeng” Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim, Selasa (27/9/2016) malam datangi Mapolda Jawa Timur untuk menjenguk Taat Pribadi.

28-ketua-yayayasan-dimas-kanjeng-marwa-daud-kiriDalam pernyataanya, Marwah Daud membantah jika ajaran yang diberikan oleh Taat Pribadi adalah penggandaan uang dan sesat. Ilmu yang dimiliki maha gurunya (Taat Pribadi) adalah karomah atau anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sementara terkait kasus pembunuhan dua santrinya, Ismail dan Abdul Gani, seluruhnya diserahkan pada pihak kuasa hukum.

Usai menjenguk, Marwah Daud yang juga didampingi seorang satri lain menyatakan, ilmu yang diajarkan oleh Taat Pribadi bukanlah aliran sesat. Wanita yang juga menjadi santri Taat Pribadi ini juga membantah, jika kelebihan yang dimiliki oleh Taat Pribadi adalah bentuk penggandaan uang.

Marwah menegaskan, jika ilmu yang dimiliki oleh sang maha guru adalah karomah  atau anugerah dari Allah SWT, karena uang yang di datangkan adalah uang asli. Bahkan Marwah berani menantang ritual mendatangkan uang bisa disaksikan oleh Presiden, jika hal tersebut memang nyata.

“ Sebenarnya tidak bisa kami sebut penggandaan ini adalah Karomah. Yang disebut penggandaan adalah orang lain yang disiarkan di youtube sebenarnya urusan intern kami. Kalau merebak seperti ini saya mohon beliau didepan penyidik Polda, Polri dan Majelis Ulama kalau perlu di depan Presiden menyaksikan secara live,” ujar Marwah Daud.

Terkait masalah ini, Marwah Daud menunjukkan surat permohonan perlindungan hukum Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditembuskan kepada Presiden. Tujuannya agar Yayasan yang berada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo mendapatkan perlindungan hukum,” lanjut Marwah.

Selain itu, lanjut Marwah,  sejumlah foto Taat Pribadi juga ditunjukkan  sebagai bukti, bahwa yang dilakukan Taat Pribadi mendatangkan uang adalah fakta. Padepokan Dimas Kanjeng sendiri diakui memiliki santri yang terdaftar sebanyak 23 ribu lebih yang tersebar di seluruh Indonesia. (mbah)

Foto: Marwah Daud Ibrahim (kiri)