Kapolres Banyuwangi: Intensifkan Patroli Razia Peredaran Miras

Tribratanewsjatim.com: Pasca pengungkapan 3.500 liter arak Bali yang diangkut sebuah truk di jalan Dusun Gelondong, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, Selasa (1/11/2016), Polres Banyuwangi, Polda Jawa Timur mengeluarkan kebijakan baru, Kamis (3/11/2016). Aturan anyar itu berupa pengetatan pengawasan wilayah perairan Banyuwangi yang membentang dari pesisir utara sampai selatan.

3-miras-bwi“Kami perintahkan kepada seluruh jajaran Polsek yang memangku wilayah perairan agar melakukan patroli lebih rutin. Sasaran  utamanya adalah pelabuhan nelayan tradisional maupun pantai yang menjadi lokasi sandar perahu,” ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK didampingi Kasat Sabhara AKP Basori Alwi.

Kapolres Banyuwangi yang telah menyandang master ilmu hukum itu beralasan, pengetatan pengawasan wilayah perairan untuk membentengi distribusi minuman keras hasil industri rumahan asal Pulau Dewata yang masuk ke Bumi Minakjinggo. Langkah ini didasari jumlah pengungkapan kasus miras asal Bali yang terus mengalami peningkatan.

“Sekali gelar pemusnahan miras, khusus jenis arak Bali bisa mencapai 20 ribu liter lebih. Kian gencar kita operasi pasokan arak tak pernah habis.Ternyata miras tersebut dipasok dari luar Banyuwangi menggunakan jalur laut maupun darat,” lanjut perwira dengan dua melati di pundak.

Data ungkap kasus Polres Banyuwangi juga menyebut, sejumlah kasus pengiriman miras asal Bali timur yang terkuak rata-rata menggunakan jalur darat. Program Tiada Hari Tanpa razia (THTR) yang digelar Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) di Pelabuhan ASDP dan LCM Ketapang banyak mengungkap distribusi miras menggunakan bus dan truk ekspedisi.

Beberapa kasus lain berhasil diendus aparat Satsabahara Polres Banyuwangi di wilayah Rogojampi bagian timur, termasuk kasus pengungkapan 3.500 liter arak awal November 2016.

“Pengiriman miras melalui jalur laut itulah yang kini fokus kita awasi. Banyak pelabuhan ikan tradisional yang lokasinya berdekatan dengan Bali bagian barat. Sangat besar kemungkinan jalur distribusi miras melalui pelabuhan kecil untuk menghindari pengawasan petugas,” kupas Kapolres.

Diam-diam intruksi pucuk pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Banyuwangi itu telah ditindaklanjuti Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Banyuwangi yang bermarkas di Ketapang. Sepanjang Kamis (3/11/2016), Polisi Perairan menggelar patroli di perairan Wongsorejo yang berbatasan dengan Situbondo. Penyisiran terus mengarah ke selatan sampai di Pantai Cemara Banyuwangi.

“Pantai Boom juga kami datangi, namun tidak ada muatan miras dalam perahu nelayan yang kami periksa,” jelas Kasatpolair AKP Subandi.

Mantan Kasubaghumas Polres Banyuwangi itu menerangkan, patroli serupa juga digelar anggotanya di wilayah selatan. Patroli terbagi dalam dua tim yang bergerak untuk menertibkan kawasan perairan.

“Nanti kami patroli lagi dengan sistem acak agar pelaku kejahatan di kawasan perairan tidak membaca gerak petugas,” paparnya. (mbah)