Intensifkan Pratroli Laut, Antisipasi Berburu Lobster

Tribratanewsjatim.com: Sehari setelah diadakannya  Sosialisasi Permen KP No 1 tahun 2016 tentang penindakan terhadap perburuan lobster, hari Kamis tanggal 24 November 2016 mulai jam 10.00 wib di Dsn. Popoh Desa Besole dilaksanakan patroli laut untuk menegakkan larangan penangkapan lobster Scylla sp, kepiting Panulius sp dan Rajungan partunius pelagicus sp.

25-tulungsgungPatroli laut ini dipimpin oleh Ipda Edy Suyatno dari Dit Polairud Polda Jawa Timur.  Selain itu juga dari DKP Tulungagung dan Brigadir Deny W. anggota Reskrim Polsek Besuki. Sedangkan sasaran patroli adalah nelayan-nelayan di sekitar pantai Popoh ( Pantai Coro, Popoh, Sidem, Bayem,  Gemah dan Klatak) yang menangkap rajungan, lobster,  dan kepiting dalam keadaan bertelur, juga nelayan yang menangkap rajungan, lobster, kepiting yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Setiap hari ribuan benih lobster diambil dari laut Indonesia dan dijual ke negara tetangga, sehingga dalam beberapa  tahun mendatang jenis udang dikawatirkan bisa punah,” ujar petugas dari Ditpolair Polda Jatim Ipda Edy Suyatno.

Bahkan Ditpolair akan mendukung program DKP Prov Jatim dalam menegakkan Permen KP No 01 tahun 2015 dengan mengedepankan sosialisasi kepada nelayan pesisir dan dilanjutkan dengan penindakan.

” Nelayan yang ada di Popoh dan Sidem melakukan pengambilan benur lobster karena sudah 2 tahun ini tidak musim ikan dan hal tersebut di lakukan dengan sangat terpaksa walaupun melanggar hukum, dan kalau ditertibkan mohon semua juga ditertibkan, terutama nelayan luar daerah yang memasang rumpon di tengah laut,” ujar Suratman salah satu nelayan Popoh.

Sekira jam 13.30 wib kegiatan patroli laut selesai,  tidak ditemukan nelayan yang mencari benur lobster. Dan kegiatan selesai berjalan kodusif.Pada hari-hari berikutnya diharapkan para nelayan yang mencari ikan tidak melakukan pelanggaran supaya kelestarian lingkungan laut tercipta. (mbah/ restu)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*