Hajar Satpam, Pelaku Dijebloskan Tahanan

Tribratanewsjatim.com: Tersangka MS alias Ogah (37) warga Desa Kalisampurno Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo terpaksa dijebloskan ke tahanan Polsek Tanggulangin, Polres Sidoarjo, Polda Jawa Timur, Sabtu (15/10/2016). Tersangka dituding menganiaya korban M Amin yang tak lain petugas keamanan (Security) Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarko (BPLS) warga Desa Glagaharum Kecamatan Porong. Akibatnya, mata korban di bagian kanan mengalami luka lebam.

15-tsk-pemukul-satpamPenganiayaan yang dialami saptam BPLS ini, bermula saat korban sendirian berpatroli di pos titik tanggul 73 kawasan Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin. Tiba-tiba dihampiri tersangka bersama temannya, N. Setelah itu, korban ditanya tersangka mengenai pekerjaan korban di lokasi tanggul 73.

“Tanpa basa-basi, tersangka N yang masih buron langsung melayangkan bogem mentah tepat di bagian mata kanan korban,” terang Kapolsek Tanggulangin Kompol Sirdi saat memberikan konfirmasi, Jumat (14/10/2016).

Kemudian, korban memberikan perlawanan. Tersangka yang sebelumnya duduk di jok motor langsung turun dan mendorong korban hingga terjatuh. Merasa tidak puas, korban menjadi bulan-bulanan kedua tersangka. Atas peristiwa yang menimpah korban, kemudian kasusnya dilaporkan ke Polsek Tanggulangin untuk ditindaklanjuti.

“Tersangka berhasil kami tangkap di rumahnya. Sebelumnya, tersangka kabur dan sembunyi di rumah temannya. Penganiayaan Satpam BPLS ini motifnya belum di ketahui secara pasti. Namun saat kejadian, korban sedang bertugas dan berjaga di pos titik 73 tanggul di Desa Ketapang,” imbuhnya.

Usai menganiaya korban, kedua tersangka langsung kabur. Oleh karenanya tersangka N masih dalam pengejaran petugas Polsek Tanggulangin. “Tersangka kami jerat pasal 170 KHUP dan atau 351 KHUP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan dan Penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka N masih dalam pengejaran petugas,” tegasnya.

Sementara tersangka M S mengaku tidak tahu menahu asal masalahnya. Menurutnya, dirinya hanya membela rekannya yakni tersangka N yang menjadi buron itu. “Saya hanya membela teman saya. Tak tahunya malah jadi begini,” kilahnya.(mbah)