Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Bandara Juanda

Tribratanewsjatim.com: Customs Narcotics Team (CNT) gabungan petugas Bea Cukai Madya Pabean Juanda, Bea Cukai Jatim, BNN Propinsi Jatim, Pomal Juanda, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat total 760 gram di Bandara Internasional Juanda, yang dibawa oleh tiga pelaku dalam waktu berlainan pada akhir Juli lalu.

10 Bea CukaiAksi penyeludupan pertama dilakukan oleh Rubae bin Muktar (54) WNI penumpang Air Asia no penerbangan XT 8298 rute Kualalumpur-Surabaya. Aksi pelaku terendus petugas CNT dibarang bawaannya terdapat dua pak berisi shabu seberat 415 gram. Barang haram pemilik paspor nomor A5743078 itu disita petugas dan pelaku diamankan.

Penyelundup sabu-sabu kedua yang diamankan petugas, yakni Noferi Hardayanto (31) penumpang pesawat Air Asia no penerbangan XT 337 rute Kualalumpur-Surbaya asal RT 15 RW 02 Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan Kabupaten Malang yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat 285 gram. Dalam pengembangan yang dilakukan petugas, satu tersangka lain teman Noferi juga diamankan.

Barang mengandung methapethamine milik pembawa paspor no 1836762 itu dilem dalam tas ransel biru yang dibawa pelaku. Sabu-sabu milik pelaku juga terdeteksi oleh mesin X-Ray dan pelaku diamankan. “Dari penyidikan, pelaku mengaku dikonsumsi sendiri,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Juanda M. Mulyono Rabu (10/8/2016)

Dia menambahkan, pelaku ketiga yang diamankan petugas, yakni penumpang pesawat Air Asia no penerbangan XT 325 rute Kualalumpur-Surabaya, atas nama Rudiyanto Mohammad Romli (39) warga Sampang Madura, yang membawa sabu-sabu seberat 60 gram.Pemilik paspor A. 5463359 itu aksinya diketahui petugas setelah gerak-geriknya dicurigai petugas. Modus yang dilakukan pelaku, barang haramnya itu disembunyikan di dubur pelaku.

Saat menjalani profeling, pelaku kelihatan gelisah saat mulai turun dari pesawat. Setelah di cek dengan menggunakan ion scann ada deteksi membawa barang methapitamine hingga di lakukan cek dan pemeriksaan keseluruh barang bawaanya dan fisiknya. “Dari pemeriksaan petugas mendapatkan dua butir sejenis kapsul yang di masukan dalam dubur,” ungkapnya.

Untuk pengembangan kasus, para tersangka diserahkan kepada Dirnarkoba Polda Jatim. Atas kasus ini, para pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda uang paling banyak Rp 10 miliar. (mbah/bja)